Arsip Bulanan: Februari 2008

Sang Pengasih

“merenung dalam bentangan dunia” pada sebuah pagi nan sunyi hanya bertemankan semilir angin yang kian mencengkeram kuat membalut kalbu”-   darah terasa membeku dilumat oleh dinginnya malam tak lagi menghentak seperti hari masa kecil   kala dirindukan sang pengharap agar … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di puisi | Meninggalkan komentar

Energi Nuklir dan Alternatifnya

Sebuah keinginan mulia bagi pemerintah melalui Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) berencana membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), yang akan dimulai pada tahun 2010-2016 di semananjung Muria. Namun, yang perlu diketahui PLTN sendiri sangat memungkinkan terjadinya kecelakaan. Berbagai fakta menunjukan, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di opini | 2 Komentar

RumAh KOsong

Malam kian larut, hujan pun tak kunjung reda, kurang lebih jam 20.30 malam, tiba-tiba suasana menjadi gelap gulita. Dalam suasana hening, tak ada satu pun teman di kost, yang kala itu mereka pulang ke rumah masing-masing. Tak ada tanda lampu … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerpen | Meninggalkan komentar

HUjAn

hujan belum jua reda masih terlihat samar-samar cayaha lampu kota ia dibelokkan sang kabut hingga menghampiri berjajar pohon-pohon di sepanjang jalan yang kita lewati kala itu hanya beratap payung mungil yang dapat melindungimu dari rintik hujan begitu malang tubuhmu saat … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di puisi | Meninggalkan komentar

Membunuh Kesal

Letupan-letupan kecil Kian terasa merasuki sanubari Tak lagi diam membisu Meratapi kesedihan saat itu   Isakan tangis bumbu Pengobat lara kala itu Agar mengurai gumpalan Darah beku disetiap relung jiwa   Kekesalan bukan lah akhir sebuah masa Untuk terus berhenti … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di puisi | Meninggalkan komentar