Urgensi Perbaikan Lingkungan

lingk.jpg Bumi yang dulu dikenal dengan kekayaan alam, menyegarkan,
bersih, dan menghidupkan, makin lama makin menyedihkan. Per- adaban yang diagung-agungkan dan disebut-sebut telah melampaui (post) modernitas ini, pada kenyataannya mengarah kesituasi ketidakstabilan bagi kehidupan itu sendiri.

Kerusakan demi kerusakan terjadi disetiap laju pertumbuhan ekonomi dunia. Teknologi yang dipuji-puji sebagai simbol modernitas diarahkan sedemikian rupa untuk menggerakan seluruh kekuatan modal, barang dan jasa.

Tidak peduli apakah harus mengotori bumi ini dengan sampah, menggunduli hutan, mengeruk lautan, menjual pulau, mengubah gunung menjadi danau, menghancurkan lapisan ozon dan mencairkan kutub?

Barangkali bagi sebagian manusia yang hidup di muka bumi ini kerusakan demi kerusakan senantiasa menakutkan. Bahkan, untuk membayangkan situasi kehidupan masa depan dengan ketidakberesan saat ini, kita jadi pesimis bahwa esok adalah kehidupan yang lebih baik.

Kerusakan lingkungan terus terjadi, salah satunya diakibatkan adanya perusahaan kecil maupun besar melakukan operasionalnya tidak memenuhi standar ideal. Mereka mengambil keuntungan besar, namun seringkali mengesampingkan masalah lingkungan. Dan, perusahaan berupaya menekan pengeluaran demi kepentingan segelintir orang, tanpa mempedulikan urgensi hal ini.

Sudah seyogyanya pemerintah selalu cepat-tanggap mensikapi masalah ini, bukannya sebaliknya. Seringkali penguasa justru memanfaatkan momen ini untuk mengeruk harta sebanyak-banyaknya.

Malu dong…bila ketahuan ama anak cucu.

Sehingga tidak terjadi keefektifan pelaksanaan sebuah peraturan. Banyak perusahaan dapat beroperasi itu, karena adanya ijin dari pemerintah dan semuanya mengetahui.

Bagaimana dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan…? Mengingat perusahaan seringkali tidak menaatinya.

Menurut referensi yang saya peroleh, definisi AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia.

AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek fisik-kimia, ekologi, sosial-ekonomi, sosial-budaya, dan kesehatan masyarakat. Dasar hukum AMDAL adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentang “Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup”.

Ironisnya, peraturan ada, tetapi seolah-olah AMDAL sekedar formalitas saja. Pengawasan tidak pernah terjadi sehingga pencemaran atau kerusakan lingkungan tak terelakkan lagi. Misalkan, ada monitoring dan sebagainya, itu dilakukan ketika ada warga yang protes.

Benar-benar kurang ajar pihak yang berkompeten itu…? Seharusnya mereka tidak harus menunggu keluhan warganya.

Mereka tidak tahu diri, iya kan…? Tahi kebo kok dipelihara.

Delema secara kepentingan, investasi dan penyerapan tenaga kerja melawan kepentingan pelestarian lingkungan. Yakni, mencegah atau mengurangi pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Apapun konsekuensi dikemudian hari, solusinya AMDAL dilaksanakan dan hukumnya ditegakkan. Jangan memutlakan mengundang modal, bisa jadi meresahkan masyarakat.

Iklan

Tentang bambang triyono

saya merupakan anak ke tiga dari empat bersaudara, yang kesemuanya laki-laki. kakak pertama saat ini telah menjadi seorang perawat, ke dua, guru SMP, sibungsu sebentar lagi jadi artis di Ibu Kota, sedangkan saya sendiri saat ini baru mau menyelesaikan kuliah di UKSW salatiga. kendati demikian, kendala finansial menghambat studi saya, maka untuk saat ini dengan terpaksa tidak dapat mengikuti kuliah semester ganjil. saya di lahirkan di Boyolali, 30 Maret 1979. ibu saya bernama Umayah sedangkan bapak Soemardjo. beliau lah yang membimbing kami hingga akhirnya secara perlahan-lahan dapat dikatakan berhasil. 3 dari empat saudara saya berhasil menyelesaikan studi (S1). sebenarnya saya sangat berharap studi (S1) ini segera selesai. sehingga apa yang saya cita-citakan dapat tercapai......dengan demikian ortu benar-benar bangga pada anak-anaknya yang telah dibesarkannya selama ini. "amin" barangkali saya ini anak yang paling banyak berhutang budi ama ortu, maka itu saya ingin mewujudkan impian saya....yang nantinya dapat membahagiakan ke dua orang tua saya dan saudara-saudara saya." insya Allah" demikian sekilas data diri saya, yang sewaktu-waktu dapat saya ubah sesuai keinginan saya. salam, bambang triyono
Pos ini dipublikasikan di opini. Tandai permalink.

2 Balasan ke Urgensi Perbaikan Lingkungan

  1. lawankata berkata:

    Semangat AMDAL memang sangat penting untuk pembangunan yang berorientasi lingkungan,namun yang terjadi di negeri ini yakni barang siapa yang mampu memberi setoran paling besar ke penguasa maka AMDAL-nya bisa diloloskan.Contohnya peristiwa Lapindo.
    Jadi selain bersandar pada AMDAL penting kiranya seluruh warga masyarakat senantiasa mengamati dan mengkritisi setiap upaya pembangunan di wilayah sekitarnya,karena mengkritisi pembangunan di wilayah sekitarnya merupakan salah satu bentuk dari partisipasi warga terhadap kemajuan pembangunan dan upaya perbaikan lingkungan.
    Suwun….

  2. Bintang Raya berkata:

    thkz atensinya….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s