Kereta Lambat

Pulang naik kereta dari Senin, membuat saya memperoleh pengalaman berharga. Di sebuah gerbong yang disesaki para penumpang seakan menambah daya tarik tersendiri. Tak jarang penumpang bergelantungan di setiap pintu kereta.

Tampak pula para pedagang asongan berlalu-lalang menawarkan barang dagangan, dari penjual aneka macam kopi, nasi bungkus, air mineral. Bahkan, jasa pijat-pun menghiasi kehidupan malam hari itu.

Saat itu kami bertiga, salah seorang wartawati Suara Merdeka, namanya Atik. kami duduk bersama berhadap-hadapan, di samping saya atik, sedangkan teman saya duduk berdampingan dengan seorang pemuda dari Batam.

Di gerbong kereta yang penuh sesak itu kami menyempatkan diri untuk saling mengenal, pada akhirnya kami berempat terlibat perbincangan di sepanjang perjalanan. Seorang pemuda yang hendak mudik bercerita tentang pengalamannya selama tinggal di Batam, bahkan, cerita hiroiknya saat berada di kepulauan Riau keluar dari mulutnya.

Tak luput pandangan mata, ketika seorang kakek tertidur hanya beralaskan sehelai lembaran koran. Rambutnya keperak-perakan, kulitnya mengkerut tinggal kulit hitam legam melekat di setiap tulang-belulangnya. Sedangkan bajunya corak batik berwarna coklat kolaborasi hitam, bergambar burung, celananya kain katun persis celana Spanyol-an.

Kurang lebih jam 11 malam, saya lihat teman-teman sudah mulai mengantuk, mereka kecapekan ketika mengikuti seminar berlabel kepelatihan jurnalistik (kata Satria), di Gedung Pers Pancasila, Palmerah Barat, Jakarta Pusat. Satria A. Nonoputra yang satu utusan redaksi Scientiarum.com terlebih dulu tertidur. Disusul Atik, maka tinggal saya dan kawan dari Batam asyik ngobrol.

Hari hampir pagi, kami-pun tertidur. Namun, yang saya rasakan tidur di rumah jauh lebih nikmat dibandingkan tidur dalam kereta. Kereta terkadang melaju cepat, tapi sesekali berhenti saat berpapasan kereta vip. Maka, kian menambah keletihan tubuh di pagi buta itu.

Sesuai yang dijadwalkan oleh pihak kereta, yang juga tertera ditiket, kereta terlambat beberapa jam sesuai jadwal. Jadwal yang seharusya sampai jam 05.00 pagi, jam 07.00 baru sampai Stasiun Tawang. Padahal, saya memiliki tugas dan tanggungjawab lain sebagai tim pemantau ujian nasional di Salatiga.

Keresahan-pun menyelimuti saya, karena jam 07.00 pagi saya sudah harus sampai di kantor keskretariatan TPI. Meski menyempatkan mengirim pesan singkat kepada koordinator TPI, dengan diberi kompensasi waktu sampai jam 09.00 pagi sampai kantor, tetap saja saya terlambat.

Iklan

Tentang bambang triyono

saya merupakan anak ke tiga dari empat bersaudara, yang kesemuanya laki-laki. kakak pertama saat ini telah menjadi seorang perawat, ke dua, guru SMP, sibungsu sebentar lagi jadi artis di Ibu Kota, sedangkan saya sendiri saat ini baru mau menyelesaikan kuliah di UKSW salatiga. kendati demikian, kendala finansial menghambat studi saya, maka untuk saat ini dengan terpaksa tidak dapat mengikuti kuliah semester ganjil. saya di lahirkan di Boyolali, 30 Maret 1979. ibu saya bernama Umayah sedangkan bapak Soemardjo. beliau lah yang membimbing kami hingga akhirnya secara perlahan-lahan dapat dikatakan berhasil. 3 dari empat saudara saya berhasil menyelesaikan studi (S1). sebenarnya saya sangat berharap studi (S1) ini segera selesai. sehingga apa yang saya cita-citakan dapat tercapai......dengan demikian ortu benar-benar bangga pada anak-anaknya yang telah dibesarkannya selama ini. "amin" barangkali saya ini anak yang paling banyak berhutang budi ama ortu, maka itu saya ingin mewujudkan impian saya....yang nantinya dapat membahagiakan ke dua orang tua saya dan saudara-saudara saya." insya Allah" demikian sekilas data diri saya, yang sewaktu-waktu dapat saya ubah sesuai keinginan saya. salam, bambang triyono
Pos ini dipublikasikan di cerpen dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s