Tidak Ada Rumusan Pelanggaran

Oleh: Bambang Triyono

Salatiga, Scientiarum—Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2008 Kota Salatiga, mengaku kesulitan pembuktian bila terjadi pelanggaran. ”Karena tidak adanya dasar hukum yang mengkategorikan pelanggaran.” Demikian diutarakan Wakil Panwas Syaemuri, saat ditemui di kantor kesekretaritan Panwas, Wisma Kantil SMU 3, Jl Kartini Salatiga, (Selasa, 1 Juli 2008).

Sedangkan yang terkait kewenangan, Panwas mengusulkan apabila terjadi pelanggaran yang bersifat administratif cukup ditangani oleh Panwas saja, tidak harus ke KPUD. Alasannya, karena waktunya relatif pendek (Hanya 14 hari Red.). ”Masak KPU harus menunggu laporan tertulis dari panwas, padahal waktunya sangat singkat,” ujarnya.

Panwas pada tingkatan-tingkatan yang berbeda adalah lembaga di luar struktur KPU dan secara fungsional bersifat independen dari KPU. Adapun tugas Panwas sebagai berikut; (1) Mengawasi semua tahapan penyelenggaraan pemilihan. (2) Menerima laporan pelanggaran peraturan perundang-undangan pemilihan. (3) Menyelesaikan sengketa yang timbul dalam penyelenggaraan pemilihan. (4) Meneruskan temuan dan laporan yang tidak dapat diselesaikan kepada instansi yang berwenang. (5) Mengatur hubungan koordinasi antar panitia pengawas pada semua tingkatan.

Dari kelima tugas tersebut, Syaemuri menegaskan bahwa tugas inti Panwas hanya menyelesaikan sengketa yang timbul dalam penyelenggaraan pemilihan. ” Intinya yang ditangani Panwas hanya sengketa antar peserta pilgub/pemilu, selain penghitungan suara,” tegasnya.

Lembaga inti lain yang terlibat dalam proses Pilgub 2008 ini di antaranya: KPU, DPRD, Panitia Pengawas dan Penegak Hukum (Kepolisian dan Kejaksaan). Peran Panwas selain melakukan tugas inti tadi, juga bertugas mengawasi jalannya Pilgub, baik yang diselenggarakan peserta maupun penyelenggara. Namun, yang menjadi masalah adalah kalau ada penyimpangan di bawah KPU, maka Panwas harus melaporkan lagi ke KPU.

”Bila ada penyimpangan di bawah KPU, maka Panwas harus melapor lagi ke KPU, setelah sampai ke KPU selanjutnya mau ke mana…? Itu yang belum jelas” keluhnya.

Di tempat yang berbeda, Bambang Adi Nugroho, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Salatiga, saat ditemui Scientiarum di kantor KPU, Jalan Ki Penjawi No. 12, (Selasa, 2 Juli 2008). Senada dengan apa yang diungkapkan oleh wakil Panwas, Soal kewenangan yang sudah diatur di UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Di situ jelas telah diatur bentuk larangan dan sanksinya. Dan mengenai rumusan larangannya tidak diatur.

”Namun, tidak dirumuskan larangannya. Jadi harus bagaimana? Ya….yang bisa dilakukan selama ini hanya interprestatif,” berdasar pengalamannya selama menjadi anggota KPU.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan apabila terjadi pelanggaran kampanye yang sifatnya tentang aturan kampanye Panwas melaporkan ke KPU, untuk selanjutnya KPU memberi sanksi. Sedangkan bila terjadi sengketa langsung diselesaikan oleh Panwas. Dan, bila Panwas menjumpai unsur pidana maka Panwas melaporkannya ke kepolisian. Untuk kasus pidana ia mencontohkan bila terjadi money politik maupun pemalsuan surat-surat, itu bertentangan dengan UU No. 32 Tahun 2004. Kemudian apabila terjadi pelanggaran administratif salah satunya dikenai sanksi berupa penghentian masa kampanye.

Untuk yang money poltik ini menurutnya sulit dibuktikan, meski ia menyakini kalau kasus tersebut ada.”Sulit membuktikan alat buktinya, bukti itu harus jelas dan nyata,”ujar Bambang.

Iklan

Tentang bambang triyono

saya merupakan anak ke tiga dari empat bersaudara, yang kesemuanya laki-laki. kakak pertama saat ini telah menjadi seorang perawat, ke dua, guru SMP, sibungsu sebentar lagi jadi artis di Ibu Kota, sedangkan saya sendiri saat ini baru mau menyelesaikan kuliah di UKSW salatiga. kendati demikian, kendala finansial menghambat studi saya, maka untuk saat ini dengan terpaksa tidak dapat mengikuti kuliah semester ganjil. saya di lahirkan di Boyolali, 30 Maret 1979. ibu saya bernama Umayah sedangkan bapak Soemardjo. beliau lah yang membimbing kami hingga akhirnya secara perlahan-lahan dapat dikatakan berhasil. 3 dari empat saudara saya berhasil menyelesaikan studi (S1). sebenarnya saya sangat berharap studi (S1) ini segera selesai. sehingga apa yang saya cita-citakan dapat tercapai......dengan demikian ortu benar-benar bangga pada anak-anaknya yang telah dibesarkannya selama ini. "amin" barangkali saya ini anak yang paling banyak berhutang budi ama ortu, maka itu saya ingin mewujudkan impian saya....yang nantinya dapat membahagiakan ke dua orang tua saya dan saudara-saudara saya." insya Allah" demikian sekilas data diri saya, yang sewaktu-waktu dapat saya ubah sesuai keinginan saya. salam, bambang triyono
Pos ini dipublikasikan di opini dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s