Songsong Hari Tani Nasional dengan demonstrasi

Oleh: Bambang Triyono

SALATIGA — Kemarin, lebih dari 60 mahasiswa Fakultas Pertanian dan Bisnis berunjuk rasa di area gerbang masuk Universitas Kristen Satya Wacana. Mereka berunjuk rasa dalam rangka menyambut Hari Tani Nasional yang jatuh besok. Para pengunjuk rasa membagi-bagikan selebaran yang memuat pernyataan aksi berjudul “Reformasi Agraria Sebagai Jalan Meneguhkan Kuasa Rakyat” kepada masyarakat yang melintasi jalan Diponegoro, depan kampus UKSW. Mereka menyatakan keprihatinan mereka terhadap nasib kaum petani yang tak kunjung membaik kesejahteraannya.

Mereka juga menyuguhkan aksi teatrikal yang mengisahkan penindasan penguasa terhadap kaum petani. Mulyanto Allo Karaeng, salah satu demonstran, mengenakan kaus hitam, celana doreng, dan sepatu bot ala tentara. Dia “menginjak-injak” demonstran lain yang berkostum kaus putih dan celana pendek.

Menurut Daniel Pakuwali, mahasiswa Fapertabis angkatan 2008 yang menjadi koordinator lapangan, unjuk rasa ini bertujuan mendesak pemerintah untuk mencari jalan, bagaimana melindungi hak-hak petani dalam regulasi pangan. Mereka minta pemerintah kendalikan peredaran beras-beras impor. “Kasihan petani lokalnya,” kata Daniel.

Bagaimana pendapat Daniel soal kegagalan panen padi galur Super Toy, yang terjadi di beberapa daerah?

“Petani dijadikan kelinci percobaan,” jawab Daniel. “Petani yang sudah bodoh, dibodohi.”

Daniel berpendapat, seharusnya penelitian Super Toy dilakukan berulang-ulang, hingga benar-benar menghasilkan bibit yang baik. “Sedangkan uji cobanya jangan berhektar-hektar sawah, untuk mengurangi resiko kegagalan.”

Iklan

Tentang bambang triyono

saya merupakan anak ke tiga dari empat bersaudara, yang kesemuanya laki-laki. kakak pertama saat ini telah menjadi seorang perawat, ke dua, guru SMP, sibungsu sebentar lagi jadi artis di Ibu Kota, sedangkan saya sendiri saat ini baru mau menyelesaikan kuliah di UKSW salatiga. kendati demikian, kendala finansial menghambat studi saya, maka untuk saat ini dengan terpaksa tidak dapat mengikuti kuliah semester ganjil. saya di lahirkan di Boyolali, 30 Maret 1979. ibu saya bernama Umayah sedangkan bapak Soemardjo. beliau lah yang membimbing kami hingga akhirnya secara perlahan-lahan dapat dikatakan berhasil. 3 dari empat saudara saya berhasil menyelesaikan studi (S1). sebenarnya saya sangat berharap studi (S1) ini segera selesai. sehingga apa yang saya cita-citakan dapat tercapai......dengan demikian ortu benar-benar bangga pada anak-anaknya yang telah dibesarkannya selama ini. "amin" barangkali saya ini anak yang paling banyak berhutang budi ama ortu, maka itu saya ingin mewujudkan impian saya....yang nantinya dapat membahagiakan ke dua orang tua saya dan saudara-saudara saya." insya Allah" demikian sekilas data diri saya, yang sewaktu-waktu dapat saya ubah sesuai keinginan saya. salam, bambang triyono
Pos ini dipublikasikan di opini dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s