Arsip Penulis: bambang triyono

Tentang bambang triyono

saya merupakan anak ke tiga dari empat bersaudara, yang kesemuanya laki-laki. kakak pertama saat ini telah menjadi seorang perawat, ke dua, guru SMP, sibungsu sebentar lagi jadi artis di Ibu Kota, sedangkan saya sendiri saat ini baru mau menyelesaikan kuliah di UKSW salatiga. kendati demikian, kendala finansial menghambat studi saya, maka untuk saat ini dengan terpaksa tidak dapat mengikuti kuliah semester ganjil. saya di lahirkan di Boyolali, 30 Maret 1979. ibu saya bernama Umayah sedangkan bapak Soemardjo. beliau lah yang membimbing kami hingga akhirnya secara perlahan-lahan dapat dikatakan berhasil. 3 dari empat saudara saya berhasil menyelesaikan studi (S1). sebenarnya saya sangat berharap studi (S1) ini segera selesai. sehingga apa yang saya cita-citakan dapat tercapai......dengan demikian ortu benar-benar bangga pada anak-anaknya yang telah dibesarkannya selama ini. "amin" barangkali saya ini anak yang paling banyak berhutang budi ama ortu, maka itu saya ingin mewujudkan impian saya....yang nantinya dapat membahagiakan ke dua orang tua saya dan saudara-saudara saya." insya Allah" demikian sekilas data diri saya, yang sewaktu-waktu dapat saya ubah sesuai keinginan saya. salam, bambang triyono

Teater Ala Boal

Didot Klasta adalah Koordinator Lembaga Media Aksi Komunikasi KALANGAN. Di kantor inilah diadakan pemutaran film dan diskusi “Theatere of The Oppressed” ( teater kaum tertindas), Jalan Cemara IV No. 13 Salatiga, pada 4 Desember 2009.

Dipublikasi di opini | Meninggalkan komentar

Ritual Satu Suro

MALAM itu, keheningan menyelimuti candi Brawijaya yang letaknya di atas bukit Rowobone, Banyubiru, Kabupaten Semarang. Banyak warga berdatangan, mereka melakukan ritual dalam rangka menyambut Tahun Baru Jawa.

Dipublikasi di news | Tag , | Meninggalkan komentar

Ritual Nenekku

Seminggu sekali biasanya aku pulang ke rumah nenek yang kini tinggal sendirian. Nenekku kalau berjalan membungkuk, kemana-mana ia selalu membawa kursi sebagai penyangga berat badannya. Ritualnya sehari-hari, mengunyah sirih, berjemur dipagi hari, dan duduk di beranda depan rumahnya.

Dipublikasi di cerpen | 3 Komentar

Geliat Bushido

Baru saja diresmikan Pusat Kajian Etika. Dalam rangka ini Pendeta Sutarno kembali berceramah. Makalah yang ia sampaikan berjudul “Universitas Sebagai Laboratorium Etika”, ulasannya menarik dan mendalam. Sutarno adalah Mantan Rektor ke II Universitas Kristen Satya Wacana. Menggantikan O.Notohamidjojo (almarhum) pada … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di cerita | Tag , , | Meninggalkan komentar