Arsip Kategori: puisi

Sang Pengasih

“merenung dalam bentangan dunia” pada sebuah pagi nan sunyi hanya bertemankan semilir angin yang kian mencengkeram kuat membalut kalbu”-   darah terasa membeku dilumat oleh dinginnya malam tak lagi menghentak seperti hari masa kecil   kala dirindukan sang pengharap agar … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di puisi | Meninggalkan komentar

HUjAn

hujan belum jua reda masih terlihat samar-samar cayaha lampu kota ia dibelokkan sang kabut hingga menghampiri berjajar pohon-pohon di sepanjang jalan yang kita lewati kala itu hanya beratap payung mungil yang dapat melindungimu dari rintik hujan begitu malang tubuhmu saat … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di puisi | Meninggalkan komentar

Membunuh Kesal

Letupan-letupan kecil Kian terasa merasuki sanubari Tak lagi diam membisu Meratapi kesedihan saat itu   Isakan tangis bumbu Pengobat lara kala itu Agar mengurai gumpalan Darah beku disetiap relung jiwa   Kekesalan bukan lah akhir sebuah masa Untuk terus berhenti … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di puisi | Meninggalkan komentar